Jelajah

Agenda Kegiatan

No events
Sendirian? Loyo!
Monday, 29 November 2010 19:35

2010 ini merupakan tahun yang berat buat saya. Pelayanan di Pria Sejati mandeg nggak ada aktivitas. Kerjaan di kantor juga "makan gaji buta" karena nggak ada proyek baru sama sekali. Di penghujung tahun ini saya malah merasa kena rintangan bertubi-tubi. Diawali dengan dibatalkannya Men's Camp karena yang daftar kurang dari 5 orang. Lalu beberapa kejadian tidak mengenakkan yang tiba-tiba saja muncul di rumah. Ditambah tanda-tanda dari perusahaan: jah, apa yang ada di pikiran anda kalau boss bilang, "...jika kamu punya rencana lain, silakan dimulai..." Saya benar-benar merasa membawa keluarga saya ke ujung dunia.

Tak perlu introspeksi diri. Saya sudah lama sekali meninggalkan komunitas saya yang seharusnya: komunitasnya Allah. Ke gereja malas-malasan, bayangkan, sampai anak-anak sering bertanya, "Kita nggak ke gereja hari ini Pa?" Mereka dah kangen sama sekolah minggunya. Perpuluhan di rumah sampai bertumpuk 2 amplop, yang akhirnya ditransfer ke rekening gereja oleh Yanty, istri saya.
Saya juga sering menghindar pertemuan-pertemuan CMN. Alasannya simpel: saya lebih mementingkan bertemu dengan keluarga. Yap, keluarga yang saya bangun ini tidak dicapai dengan mudah. Ditentang keluarga, modal sendiri, mikir sendiri, etc... etc... Makanya saya sudah menjadikan keluarga di atas segalanya. Kedengarannya bagus ya, tapi salah. Yang paling atas itu harusnya Allah dan pekerjaan-pekerjaannya.

Last Updated on Tuesday, 27 September 2011 09:27
 
Catatan harian Pria Sejati, 11 Oktober 2009
Monday, 19 October 2009 20:18

Hari ini kami sekeluarga demikian sibuk menghabiskan waktu di luar rumah karena hari Minggu. Saat pulang ke rumah sudah menjelang malam dan kami belum makan malam dan tidak ada hidangan yang tersedia di rumah. Putraku yang kelelahan seharian menjelajahi mall, tampaknya mencari perhatian kami... dalam kelelahan, ngantuk dan kelaparannya, dia masih saja lincah ke sana kemari. Hingga terpaksa beberapa kali aku harus dengan nada tinggi dan tatapan mata tajam memarahinya.

Istriku harus menyelesaikan pekerjaan rumah yg terbengkalai sehingga waktu yang sempit tidak memungkinkah untuk kami menunggu memasak makanan apalagi perut sudah lapar. Menit demi menit kutunggu penjual nasi goreng yg tak kunjung lewat juga... sementara angin malam mulai bertiup agak kencang. Anakku yg berumur 4 thn, dia tampan, lincah, kelelahan, kelaparan, dan belum mandi ingin ikut berada di halaman rumah. Karena takut dia masuk angin aku menyuruhnya masuk dan menutup pintu, namun berkali kali dia mengintip dan membuka pintu...

Last Updated on Tuesday, 27 September 2011 09:41
 

Sindikasi

feed-image RSS 2.0

Statistik

Members : 534
Content : 69
Web Links : 25
Content View Hits : 111647
We have 23 guests online